Banyak orang yang beranggapan bahwa MLM itu bukanlah sebuah bisnis. Padahal, dalam MLM yang benar (baca : bukan money game), ada hitung-hitungan modal, sama seperti layaknya Anda memulai bisnis lainnya.
7 Des 2011 di 14:53 Diposkan oleh Emiliana Aryani
Banyak orang yang beranggapan bahwa MLM itu bukanlah sebuah bisnis. Padahal, dalam MLM yang benar (baca : bukan money game), ada hitung-hitungan modal, sama seperti layaknya Anda memulai bisnis lainnya.
12 Mei 2010 di 15:04 Diposkan oleh Emiliana Aryani
Anda yang sudah menikah, pasti tahu bahwa untuk menjaga agar pernikahan tetap langgeng, butuh satu hal yang namanya KOMITMEN. Komitmen untuk selalu bersama dalam suka & duka, dalam sedih & senang, dalam sehat maupun sakit. Betul tidak ?
Menurut saya, hal yang sama berlaku dalam menjalankan bisnis. Kalau mau bisnis kita bertahan lama, tentu perlu komitmen dalam melakukannya. Antara lain:
1. Komitmen untuk memulai. Tidak sedikit orang yang bercita-cita punya bisnis sendiri. Tapi, seringkali hal ini hanya berhenti pada angan-angan saja, dan tidak ada tindakan kongkrit yang diambil untuk mulai mewujudkan angan-angan tersebut. Ada saja alasannya, mulai dari tidak punya modal, tidak punya waktu, tidak tahu bagaimana memulainya...
Saya yakin, tidak sedikit dari kita yang "ngiler" dengan penghasilan jutaan per bulan yang ada di testimoni beberapa leader MLM. Atau, bermimpi ingin jadi diamond yang mendapatkan fasilitas mewah. Tapi kenyataannya, masih ada juga yang banyak alasan, sehingga susah untuk mulai bergerak. Tidak punya waktu, tidak punya banyak kenalan, tidak tahu bagaimana harus memulai... padahal, jika anda mau berusaha, pastinya ada banyak cara yang bisa anda lakukan untuk mulai melakukan MLM anda.
2. Komitmen untuk menjalankan. Ada banyak bisnis yang bisa dikerjakan secara paruh waktu, sebagai sampingan. Tetapi, berhubung usaha sampingan, tidak sedikit orang yang juga mengesampingkan waktu, pikiran, dan tenaganya untuk menjalankan bisnis tersebut. Akibatnya, bisa ditebak, energi yang dicurahkan untuk menjalankan bisnis itu semakin menghilang, bahkan pada akhirnya menghilang sama sekali.
Di dekat rumah saya, ada sebuah warung makan, yang sebenarnya rasa masakannya lumayan enak. Tapi sayangnya, si empunya warung makan tidak begitu konsisten mengelola warung makan tersebut. Ada saja alasan untuk meliburkan warung makan tersebut, mulai dari urusan keluarga, mahalnya bahan baku, cuaca yang tidak bersahabat, dan macam-macam alasan lainnya. Orang yang sudah meluangkan waktu untuk datang berkunjung, seringkali jadi kecele karena menemukan warung tersebut tutup. Akibatnya, lama kelamaan orang malas datang, pengunjung warung menjadi berkurang drastis, dan pada akhirnya, warung tersebut terpaksa tutup selamanya.
Apa yang perlu dikerjakan dalam MLM, pada dasarnya bukan hal yang sulit. Suatu perusahaan MLM yang baik pasti memiliki buku pedoman, artikel, serta pelatihan yang bisa anda ikuti. Tetapi, ketika anda melakukannya dengan setengah hati, jangan heran kalau apa yang anda dapatkan juga tidak maksimal. Bagaimana kita bisa mengajak orang lain untuk bergabung, kalau orang tersebut merasa kita tidak maksimal menikmati apa yang kita lakukan ?
3. Komitmen untuk terus belajar. Menjalankan bisnis, apapun bisnisnya, tentu tidak selamanya berjalan dengan lancar. Adakalanya apa yang kita peroleh tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Misalkan kita berniat untuk membuka suatu toko pakaian. Saat awal-awal toko tersebut dibuka, belum tentu toko tersebut akan dikunjungi banyak orang. Kecuali anda melakukan promosi besar-besaran. Sesudah masa promosi berlangsung pun, belum tentu pelanggan akan datang kembali. Ada banyak faktor yang menentukan, seperti harga produk, trend fashion, atau banyaknya persaingan toko sejenis. Bisa juga karena layanan di toko kita ternyata mengecewakan pelanggan. Tentu hal-hal seperti ini adalah masalah yang bisa dicari solusinya, asalkan kita mau belajar. Misalnya, mengamati harga produk sejenis di pasaran, rajin mencari info tentang trend fashion dari majalah, atau belajar memberikan layanan yang baik bagi pelanggan.
Begitu juga dalam dunia MLM. Mengajak orang lain untuk bergabung seringkali menjadi hal yang tidak mudah untuk kita. Tetapi, dengan belajar memilih kata-kata, menimba dan mencuri ilmu dari leader-leader yang sudah lebih dulu berhasil, dan banyak berlatih, tentu akan membuat kita terbiasa dan memiliki kepercayaan diri yang cukup tinggi untuk merekrut orang.
Kembali ke topik pernikahan...
Selama menikah, tentunya tidak selalu kehidupan pernikahan itu berisi dengan hal-hal yang menyenangkan. Bahkan, setelah beberapa lama hidup bersama, ada kalanya kita berselisih pendapat dengan dengan pasangan kita. Pastinya, ada cobaan yang kadang-kadang menghalangi
kebersamaan kita dengan pasangan. Kesal dengan pasangan, itu hal yang wajar. Dan kita punya pilihan untuk menganggap hal ini sebagai sesuatu yang sudah tidak bisa menyatukan lagi, atau memilih untuk bersabar dan memaafkan pasangan kita.
Begitu juga dalam menjalankan bisnis, terutama MLM. Kita perlu belajar untuk memahami kelebihan dan kekurangan sistem dan cara kerja MLM yang kita ikuti. Tidak ada bisnis yang diciptakan sempurna, tetapi pasti ada solusi untuk menangani suatu masalah. Tidak selamanya apa yang kita lakukan memberikan hasil yang menyenangkan, tapi kita bisa memilih untuk bersabar dan belajar mengatasi masalah.
Selengkapnya...
5 Mei 2010 di 14:24 Diposkan oleh Emiliana Aryani
Salah satu alasan penolakan yang sering saya dengar ketika saya menawarkan peluang usaha melalui MLM adalah, "Nggak bisa cari downline... "
Hal ini tampaknya merupakan celah bagi beberapa pendiri situs money game yang marak beredar di internet. Bukan satu dua kali saya melihat iklan "dapatkan penghasilan jutaan, tanpa perlu cari downline. Usaha halal, bukan MLM." Hayah..., saya kok malah curiga kalau ada embel-embel bukan MLM...
Mendapatkan downline memang disebut-sebut sebagai "nyawa" dalam pengembangan jaringan. Dengan adanya downline, kerja anda memasarkan produk MLM menjadi terbantu. Tetapi, seperti yang juga saya alami, mengajak orang untuk menjadi downline tidaklah mudah.
Banyak orang menyangka, bahwa semakin tinggi level yang dimiliki seseorang dalam suatu jaringan MLM, maka akan semakin mudah mengajak orang masuk ke dalam jaringannya. Hanya masalahnya,
sebelum sampai ke level dengan penghasilan tinggi, tidak sedikit orang yang menyerah karena tidak kunjung mudah mendapatkan downline, terutama downline yang kompeten.
Salah satu hal yang saya lakukan untuk bisa menduplikasi ilmu orang-orang yang sudah lebih dulu sukses dalam MLM yang saya ikuti adalah membaca blog pribadi mereka. Saya sendiri bersyukur, karena berkat akses internet, saya bisa dengan mudah mempelajari keseharian leader-leader saya lewat blog. Mereka bahkan tidak segan membagi ilmunya lewat chatting, facebook, twitter maupun email. Dari sini saya tahu, bahwa meskipun seorang Diamond sudah memiliki ribuan downline, mereka masih kerap kali mendapatkan penolakan. Seorang leader pernah bercerita bahwa dia baru saja bicara di depan 30 orang prospek, dan tidak satupun yang berminat menjadi anggota.
Tentunya, punya ribuan downline adalah hasil dari berbicara pada berpuluh-puluh kali lipat lebih banyak orang. Dan tentu saja, mengalami ribuan kali penolakan.
Adam Khoo mengatakan bahwa "The Price of Being a Genius" adalah meluangkan waktu 10 ribu jam untuk melakukan suatu hal.Anyone can be genius in something, you just have to pay a price.
Semua orang bisa menjadi jenius dalam suatu hal, anda hanya perlu membayar harganya. Masalahnya, maukah anda meluangkan waktu dan tenaga anda untuk membayar harga tersebut ?
Contohnya, Tiger Woods mulai diajar ayahnya sejak dia berusia 3 tahun. Dia berlatih 4-5 jam sehari, sehingga pada usia 21 tahun dia menjadi pegolf nomor 1 di dunia.
Hal ini juga bisa saya lihat dari keseharian orang-orang yang sukses menjalankan MLM. Kuncinya adalah konsisten berbicara tentang bisnis mereka kepada orang lain. Memang tidak setiap orang mau bergabung, tetapi usaha yang konsisten dan terus menerus tentunya akan membuahkan hasil yang manis.
Bagaimana dengan janji-janji "tidak perlu mencari downline... " yang sering diumbar di internet ? Saya sendiri akan menyarankan anda untuk meneliti dulu dengan seksama, sistem apa yang dipakai untuk mengembangkan jaringan bisnis tersebut. Kok saya curiga, yang biasanya pakai janji seperti ini, adalah salah satu bentuk money game...
Selengkapnya...
3 Mei 2010 di 14:41 Diposkan oleh Emiliana Aryani
*catatan : tentu saja, kalau anda ingin dibantu...
Buku Adam Khoo yang berjudul Secrets of Self-Made Millionaires membuat saya terpaku. Terutama pada bagian merencanakan hidup. Saya sendiri termasuk orang yang suka membuat rencana. Artinya, dalam melakukan suatu pekerjaan, akan terasa lebih mudah ketika saya sudah memiliki rencana sebelumnya. Tapi saya baru menyadari bahwa hidup pun perlu direncanakan, setelah saya rajin membaca buku-buku self motivation seperti Rich Dad Poor Dad karangan Robert Kiyosaki, atau buku Adam Khoo di atas.
Pernahkah anda merenungkan, seperti apakah kondisi anda 5 - 10 tahun mendatang, jika anda terus melakukan pekerjaan yang sama seperti sekarang ?
Pernahkah anda merenungkan, hidup seperti apa yang sebenarnya anda inginkan untuk kondisi 5 - 10 tahun mendatang ?
Selengkapnya...
28 Apr 2010 di 14:55 Diposkan oleh Emiliana Aryani
Ini suatu pernyataan menarik yang saya baca di majalah Tempo minggu lalu.
Singapura punya 7% enterpreneur, sedangkan Indonesia hanya 0,18%

14 Apr 2010 di 14:01 Diposkan oleh Emiliana Aryani
** Tulisan ini juga diposting dalam www.menebus-impian.com **
"Benda yang diam akan cenderung diam, benda yang bergerak akan cenderung bergerak."

12 Apr 2010 di 15:54 Diposkan oleh Emiliana Aryani
Setiap detik adalah pilihan. Dan setiap pilihan, sekecil apapun, menentukan masa depan kita.
-- Fauzi Rachmanto : Santaplah Makanan Anjing Anda Sendiri ! --

Seorang Ibu Rumah Tangga, yang berhasrat punya penghasilan melebihi gaji suami :)
Blog ini adalah tempat saya men-sharing-kan ide dan pemikiran saya seputar menjalani bisnis mlm. Silahkan berdiskusi di blog ini, selama tulisan yang anda buat tidak berisi kata-kata kasar, atau menyinggung SARA.
Hubungi saya di email emiliana.aryani@gmail.com
Capek keliling-keliling cuap-cuap buat memprospek ? Buat prospek datang sendiri ke anda. Lihat video gratis ini!
Minyx v2.0 template es un theme creado por Spiga. | Minyx Blogger Template distributed by eBlog Templates